Pengertian Wacana Menurut Beberapa Buku

INIRUMAHPINTAR - Untuk memahami konsep “pengertian wacana” dengan baik diperlukan analisis pembahasan lengkap yang diambil dari beberapa sumber buku. Tujuan paling utama dari proses pemahaman ini yaitu menghindari adanya kekakuan konsep karena pembaca hanya berpusat pada satu referensi saja. Selain itu, dengan membaca banyak teori dan pendapat ahli-ahli dari beberapa buku terpercaya dipastikan memberikan kekayaan wawasan dan pengetahuan. Nilai tambah ini bahkan dapat memudahkan para pembaca untuk lebih mudah menyelesaikan tugas kuliah, seperti makalah, karya tulis, dan skripsi.

Berikut ini telah dikumpulkan beberapa penjelasan tentang “Pengertian Wacana Menurut Beberapa Buku”. Selamat membaca!

sumber ilustrasi : pixabay.com

Pengertian Wacana Menurut Sumber ke-1

Menurut buku yang berjudul Analisis Wacana : Pengantar Analisis Teks Media karya Eriyanto Tahun 2001 diperoleh pemahaman bahwa pengertian wacana dapat berbeda jika ditinjau dari sudut pandang ilmu yang mempelajarinya. Dalam lapangan sosiologi, wacana menunjuk terutama pada hubungan antara konteks sosial dari pemakaian bahasa. Sedangkan dalam pengertian linguistik, wacana adalah unit bahasa yang lebih besar dari kalimat.

Pengertian Wacana Menurut Sumber ke-2

Menurut buku yang berjudul Success UN Bahasa Indonesia karya Seni Handiyani dan Windan, wacana adalah rangkaian kalimat yang berkaitan (baik lisan maupun lisan) yang menghubungkan preposisi yang satu dengan preposisi yang lain sehigga membentuk satu kesatuan. Konteks wacana terdiri atas beberapa unsur, seperti situasi, pembicara, pendengar, waktu, tempat, amanat, kode, dan saluran. Hal yang paling penting dalam wacana adalah amanat berupa pemberitahuan, iklan, dan sebagainya. Kode dalam wacana berupa bahasa baku, bahasa daerah, logat, dan sebagainya. Adapun saluran dalam wacana berupa bahwa lisan atau tulisan. Wacana yang baik mempunyai, yaitu preposisi yang berwujud frase atau kalimat yang menjadi inti pembicaraan.

Pengertian Wacana Menurut Sumber ke-3

Menurut buku yang berjudul 99% Diterima Jadi CPNS Tenaga Medis 2015 karangan Nauval Zidny, MM dan Agung Budiagro Tahun 2015, wacana adalah rentetan kalimat yang berkaitan, yang menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi yang lainnya, yang membentuk satu kesatuan sehingga terbentuklah makna yang serasi di antara kalimat-kalimat tersebut. Wacana juga dapat diartikan sebagai kesatuan bahasa yang terlengkap dan tertinggi di atas kalimat atau klausa dengan kohesi dan koherensi yang berkesinambungan, disampaikan secara lisan atau tulisan.

Pengertian Wacana Menurut Sumber ke-4

Menurut buku yang berjudul Tata bahasa Jawa mutakhir Karya Wedhawati dkk, wacana diartikan berdasarkan asal usulnya yaitu kata “wacana” berasal dari bahasa Sansekerta, yakni dari kata “vacana” yang berarti bacaan. Kata vacana itu, masuk ke dalam bahasa Jawa Kuno menjadi “wacana” dan selanjutnya masuk ke dalam bahasa Jawa Baru menjadi “wacana” yang berarti “bicara, kata, ucapan”. Kata wacana di dalam bahasa Jawa Baru diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi “wacana” yang berarti “komunikasi verbal, percakapan”. Selain itu, di dalam tata bahasa, wacana dipahami sebagai satua bahasa yang berada di atas tataran kalimat sebagaimana terlihat dalam bagan berikut ini:

Tataran Satuan Bahasa

Wacana

Paragraf

Kalimat

Klausa

Frasa

Kata

Morfem

Fonem

Fona

Pengertian Wacana Menurut Sumber ke-5

Menurut buku yang berjudul Think Smart Bahasa Indonesia karya Ismail Kusmayadi, wacana adalah rangkaian ujar atau rangkaian tindak tutur yang mengungkapkan suatu hal (objek) yang disajikan secara teratur, sistematis dalam satu kesatuan yang koheren, dan dibentuk oleh unsur segmental maupun nonsegmental bahasa.

Demikian pembahasan lengkap tentang Pengertian Wacana Menurut Beberapa Buku. Semoga bermanfaat!

0 Response to "Pengertian Wacana Menurut Beberapa Buku"

Post a Comment

Terimakasih atas kepatuhannya melakukan komentar yang sopan, tidak menyinggung S4R4 dan p0rnografi, serta tidak mengandung link aktif, sp4m, iklan n4rk0ba, senj4t4 ap1, dan hal-hal lainnya yang tidak terkait dengan postingan. Jika ada pelanggaran, maaf jika kami melakukan penghapusan sepihak. Terimakasih dan Salam blogger!