Jika Hukuman Mati dihadiahkan untuk Koruptor, Setujukah Anda?

INIRUMAHPINTAR -  Kini, setiap orang di negeri ini telah merasa gerah atas kejahatan korupsi yang tidak kunjung lenyap dari bumi pertiwi, Indonesia. Dari waktu ke waktu, kasus demi kasus korupsi terungkap dan umumnya melibatkan manusia-manusia (yang katanya) berilmu, berpengaruh, dan berkuasa. Mereka yang seharusnya memberi contoh malah bersikap bagai babi ngepet berdasi. Malah, tanpa merasa bersalah sedikitpun kepada rakyat, mereka melenggang bebas bagai raja atau ratu. Padahal, tanpa mereka sadari, uang yang mereka gunakan untuk hidup sesungguhnya adalah tetesan air mata dan keringat rakyat yang tiada henti mengais receh demi receh. Dan parahnya, bahkan sekaliber wakil rakyat yang seharusnya mewakili rakyat pun rela menjual harga dirinya demi memperoleh uang haram dari hasil korupsi.

Sumber Ilustrasi: iborart.deviantart.com
Korupsi oh korupsi, mengapa sosokmu tidak pernah lenyap dari negaraku, Indonesia - Ahn Ryuzaki
Selanjutnya, koruptor yang kemudian tertangkap dan berhasil dijebloskan ke jeruji besi dengan masa hukuman 10 sampai dengan 20 tahun diharapkan menjadi efek jera bagi koroptur itu sendiri dan bagi manusia-manusia nakal di luar sana. Namun, tampaknya hukuman penjara bagi koruptor hanya menjadi breaking news semata. Penjara tidak lagi menjadi neraka yang benar-benar menakuti mereka. Penjara tidak lebih hanya sekedar hotel persinggahan sebelum mereka bebas dan menikmati uang hasil korupsi mereka setelah keluar nanti. Oleh karena itu, hukuman untuk koruptor secepatnya harus dinaikkan ke level terberat dimana efek jera membayang-bayangi para pelaku atau calon pelakunya.

Lalu, kita akan dihadapkan pada kontroversi bagaimana menentukan jenis hukuman terberat untuk koruptor. Namun, sebaiknya ini tidak dibuat berlarut-larut, jika Indonesia benar-benar serius ingin menumpas habis aksi korupsi yang sudah mengakar, hukuman seumur hidup atau hukuman mati tanpa masa pengurangan masa tahanan dapat menjadi solusi paling akhir. Sebagai kejahatan luar biasa, korupsi harus ditindak dengan tegas dan tanpa ampun. Jika pengedar atau bandar nark0ba dihukum mati demi menyelamatkan anak-anak bangsa dari racun peradaban, mengapa kita harus ragu menakar kejahatan korupsi dengan hukuman mati juga. Lagi pula, hukuman ini tidak dibebankan kepada manusia-manusia baik. Bagi mereka yang menganggap ini sebagai hukuman sadis, tidak berprikemanusiaan, atau melanggar HAM justru harus dipertanyakan. Mereka harus meyakinkan publik bahwa mereka bukanlah pendukung, simpatisan, atau pelaku koruptor itu sendiri.

Terakhir, kita pasti berhadapan lagi dengan sebuah polemik, "siapa yang akan meneruskan, memperjuangkan hukuman mati sebagai nilai yang pantas untuk kejahatan korupsi?" Toh, sebagai rakyat biasa, siapa lagi yang kita percaya dan kemana lagi kita mengadukan inspirasi. Kita hanya ingin menggugah kewibawaan dan kebijaksanaan manusia-manusia baik di manapun berada yang mau ikhlas berjuang untuk Indonesia, khususnya memerangi korupsi. Walau tidak secara langsung ikut bersama mereka, setidak-tidaknya kita memiliki ketegasan batin, entah hukuman mati hanyalah opsi atau opini semata, Nah, sekarang giliran pembaca, ungkapkan perasaan kalian, Jika Hukuman Mati dihadiahkan untuk Koruptor, Setujukah Anda?

0 Response to "Jika Hukuman Mati dihadiahkan untuk Koruptor, Setujukah Anda?"

Post a Comment