5 Dampak Negatif Facebook bagi Siswa dan Mahasiswa

INIRUMAHPINTAR - Facebook atau FB merupakan salah satu aplikasi sosial media yang membooming di tengah masyarakat Internasional khususnya Indonesia hingga kini. Facebook dalam perjalanannya pun menjadi bagian dari gaya hidup. Para facebookers dapat berkomunikasi dengan mudah dengan para komunitasnya walau terpisahkan oleh ruang dan waktu. Mereka pun dapat mencari kenalan atau teman baru di seluruh penjuru dunia hanya dengan memanfaatkan "kolom pencari teman" yang disediakan oleh Facebook. Facebook benar-benar telah membuat peradaban baru.

Karena facebook adalah bagian dari era baru, digital, dunia maya, dan berbeda dengan kehidupan masa lalu yang masih banyak menggunakan interaksi nyata dan  tatap muka secara langsung, maka tak mudah untuk membendung adanya kemungkinan penyalahgunaan facebook oleh orang-orang yang masih di bawah umur, berniat jahat, dan para remaja pencari jati diri. Dalam hal ini, orang tua yang tidak mampu mengimbangi perkembangan teknologi digital ini untuk mengawasi putra-putri mereka, bisa jadi tergerus oleh duri-duri negatif yang timbul dari aksi menyimpang oknum-oknum tak bertanggung jawab di Facebook hingga melakukan pembiaran tak sengaja yang membahayakan buah hati mereka. 
sumber ilustrasi : en.wikipedia.org

Objek paling vital yang harus dilindungi adalah anak-anak, remaja, dan para pemuda pencari jati diri. Mereka adalah bagian dari aset bangsa. Tanpa mereka, sumber daya manusia Indonesia masa depan akan melupakan jati diri mereka sebagai manusia yang harus meneruskan perjuangan setelah kemerdekaan Indonesia sejak 1945. Jika tidak, maka proses peradaban Indonesia di kehidupan nyata kian melambat dan terperangkap dalam jeratan teknologi maya yang dikuasai dan dikendalikan asing.

Berikut adalah 5 Dampak Negatif Facebook bagi Siswa dan Mahasiswa yang dapat menjadi pertimbangan dalam fokus seluruh pihak dalam melindungi calon penerus bangsa Indonesia:

 

[1] Menyita Waktu Belajar dan Menguras Uang Jajan

Berselancar di dunia maya, khususnya media sosial seperti Facebook memungkinkan terjadinya kecanduan. Akibatnya, waktu belajar tersita untuk ber-fb ria sepanjang waktu. Dalam jangka panjang, hal ini dapat berdampak pada hasil dan kualitas belajar siswa di sekolah atau para mahasiwa di universitas.  Dan pastinya, mereka akan menggunakan berbagai cara untuk memenuhi rasa kecanduan mereka itu, bahkan dengan mengorbankan uang jajan untuk membeli kuota internet, atau nongkrong di cafe ber-wifi.

 

[2] Memungkinkan Terjadinya Salah Pergaulan

Hingga tahun 2016, telah banyak kasus kriminal yang terjadi berawal dari sosial media seperti facebook. Adanya peluang untuk melakukan pemalsuan identitas dan foto profil memungkinkan terjadinya penipuan dalam berkenalan. Tak sedikit gadis remaja atau mereka yang di bawah umur tertipu oleh oknum pemalsu identitas ini hingga berakhir dengan pemerkosaan, penyekapan, dan pembunuhan. Oleh karena itu, jangan sampai membiarkan anak-anak bangsa yang masih belum mengerti tentang kehidupan dewasa diberikan akses penuh tanpa kontrol oleh orang tua dan lingkungan.

 

[3] Mengurangi Aktivitas Fisik yang Berdampak pada Kesehatan

Dengan menghabiskan banyak waktu di dunia maya, seperti Facebook aktivitas fisik seperti olahraga menjadi semakin dilupakan. Bahkan menggerakkan anggota tubuh dalam bentuk aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, melompat, dan berlari menjadi semakin berkurang. Tubuh menjadi sangat kaku dan hanya habis untuk duduk berjam-jam di depan laptop atau komputer. Akibatnya, lambat laun kualitas fisik menjadi semakin lemah dan memungkinkan terjadinya gangguan kesehatan atau sakit berkepanjangan. Jika diikuti dengan begadang atau kurang tidur secara terus menerus, maka kegiatan di dunia maya ini dapat memicu terjadinya gagal atau serangan jantung hingga kematian.

 

[4] Memungkinkan Terjaring Tipuan Iklan dan Link Berbau P0rn0grafi

Facebook secara sederhana dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan teman, menemukan teman baru, atau mendiskusikan pelajaran sekolah atau tugas kuliah. Untuk tujuan bisnis, Facebook pun dapat menjadi tempat promosi produk maupun jasa. Namun demikian, karena banyaknya kepentingan, penyalahgunaan fungsi Facebook dapat saja terjadi seperti adanya penipuan melalui iklan dan gambar-gambar atau link-link berbau p0rn0grafi. Dalam hal ini ada dua sisi yang tertantang untuk lebih bersikap. Pertama, Facebook sebagai penyedia jasa harus menjamin situsnya terbentengi dari user yang melakukan penyalahgunaan seperti membagikan iklan penipuan atau link berbau p0rn0grafi.

 

[5] Menyebabkan Lalai Ibadah dan Lupa Akhirat

Hal yang paling krusial dan sangat merusak moralitas remaja, pemuda, siswa, mahasiswa, dan semua pengguna Facebook yang masih labil adalah ketika Facebook telah berhasil menyandera mereka untuk lalai dalam ibadah dan lupa akan kehidupan setelah mati yaitu kehidupan akhirat. Ketika seorang manusia telah memasuki akil baligh, maka wajib baginya untuk mendirikan shalat 5 waktu dan ibadah lain yang telah diatur dalam syariah agama. Sungguh merugi jika usia habis sia-sia untuk hal tak berguna. Mati akan menjadi penghuni neraka dan kekal di dalamnya.

Semoga artikel tentang 5 Dampak Negatif Facebook bagi Siswa dan Mahasiswa dapat bermanfaat dan menginspirasi pembaca menjadi pribadi yang lebih baik.

0 Response to "5 Dampak Negatif Facebook bagi Siswa dan Mahasiswa"

Post a Comment

Terimakasih atas kepatuhannya melakukan komentar yang sopan, tidak menyinggung S4R4 dan p0rnografi, serta tidak mengandung link aktif, sp4m, iklan n4rk0ba, senj4t4 ap1, dan hal-hal lainnya yang tidak terkait dengan postingan. Jika ada pelanggaran, maaf jika kami melakukan penghapusan sepihak. Terimakasih dan Salam blogger!